Hemat Uang Listrik dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pastinya Anda sudah sangat sering mendengar istilah pembangkit listrik tenaga surya atau biasa disebut sebagai PLTS. Sesuai dengan namanya, pembangkit listrik panel surya ini menggunakan matahari untuk menghasilkan tenaga. Lebih tepatnya, energi matahari yang ditangkap kemudian diubah menjadi energi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia.

Sistem ini telah banyak digunakan di luar negeri. Tidak hanya untuk industri besar, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan rumahan. Di Gurun Mojave akan dibangun PLTS terbesar yang mampu menghasilkan daya sebesar 377 Megawatt. Sedangkan Indonesia sendiri telah mempunyai PLTS terbesar yang terletak di Pulau Bali.

Karena Indonesia merupakan negara tropis dan mendapatkan intensitas cahaya matahari yang cukup banyak, maka pembangkit listrik ini menjadi salah satu solusi sumber energi masa depan. Tidak heran jika kini pemerintah mulai menggencarkan penggunaan solar cell, tidak hanya untuk industri tetapi juga rumah-rumah pribadi. Anda bisa juga cek di Inaport1.co.id

Cara Kerja PLTS

Bagaimana PLTS mampu menghasilkan energi dari sinar matahari? Berbicara tentang cara kerja pembangkit listrik tenaga surya tidak dapat dipisahkan dari 2 cara pengubahan energi matahari menjadi energi listrik. Masing-masing bekerja dengan cara yang berbeda untuk menghasilkan listrik.

1. PLTS termal

PLTS yang satu ini mengumpulkan cahaya matahari yang akan digunakan untuk memanaskan suatu cairan. Uap air yang dihasilkan dari pemanasan tersebut digunakan untuk menggerakkan generator. Generator inilah yang nantinya menghasilkan listrik.

2. PLTS fotovoltaik

Jenis pembangkit listrik yang satu ini menggunakan alat khusus untuk menangkap panas dari cahaya matahari. Alat ini juga yang mengubah cahaya menjadi energi listrik. Cara ini dianggap lebih cepat dan efektif jika dibandingkan dengan PLTS termal.

PLTS untuk Kebutuhan Listrik Rumah

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan energi matahari, semakin bertambah pula permintaan panel surya atau solar cell. Komponen ini dianggap lebih praktis karena tidak membutuhkan cara yang rumit untuk mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Panel surya sendiri biasanya digunakan melalui du acara, yaitu:

1. Penggunaan langsung

Pada penggunaan ini, pembangkit listrik tenaga surya untuk rumah akan dihubungkan langsung dengan perangkat seperti lampu, AC, pompa air, dan berbagai barang elektronik lainnya.

2. Penggunaan tak langsung

Opsi ini biasanya memanfaatkan power bank atau bank penyimpanan energi. Cahaya listrik yang dihasilkan dari solar cell kemudian disimpan di dalam bank penyimpanan berupa baterai. Dengan cara ini, listrik dapat digunakan sewaktu-waktu, bahkan ketika tidak ada sinar matahari sekalipun. Cara ini terbilang efektif untuk dimanfaatkan sebagai sumber listrik cadangan.

Terkait pemasangan, solar cell biasanya dipasang di atap rumah. Panel berukuran 1 meter persegi mampu menghasilkan 100 Watt listrik. Semakin besar panel yang Anda pasang, semakin besar pula energy yang dihasilkan. Pembangkit listrik menggunakan tenaga surya ini menjadi solusi cerdas untuk mengatasi masalah energi di masa depan.

Negara-negara maju semakin meningkatkan penggunaan pembangkit listrik yang menggunakan cahaya matahari. Selain murah, sumber energy yang satu ini juga tidak ada habisnya. Meskipun negara 4 musim perlu melakukan sedikit penyesuaian, setidaknya Indonesia tidak boleh menyia-nyiakan sumber energi terbesar yang satu ini.

Jika Anda berminat untuk memasang panel surya, pemerintah berencana untuk membeli kelebihan listrik yang dihasilkan oleh panel tersebut. Dengan kata lain, pasokan listrik yang berlebih pada rumah Anda akan dibeli oleh PLN, tentunya dengan harga yang menguntungkan. Anda tertarik?